Pastry dan bakery merupakan dua istilah yang sering digunakan dalam dunia kuliner, terutama pada produk roti, kue, dan makanan panggang. Keduanya memiliki banyak jenis produk yang terlihat mirip, sehingga tidak sedikit orang yang masih bingung mengenai perbedaan pastry dan bakery.
Secara sederhana, pastry lebih banyak merujuk pada produk atau adonan dengan karakteristik tertentu, terutama yang menghasilkan tekstur renyah, berlapis, atau flaky. Sementara itu, bakery merupakan istilah yang lebih luas untuk berbagai produk yang dibuat melalui proses pemanggangan, seperti roti, cake, cookies, dan berbagai jenis pastry.
Lalu, apa saja perbedaan pastry dan bakery? Apa saja contoh dan jenisnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Pastry?
Pastry adalah istilah yang digunakan untuk berbagai produk atau adonan yang umumnya dibuat dari tepung, lemak seperti mentega atau margarin, cairan, dan bahan tambahan lainnya. Jenis bahan serta teknik pembuatannya dapat berbeda sesuai produk yang ingin dibuat.
Salah satu karakteristik pastry adalah teksturnya yang dapat menjadi renyah, berlapis, atau flaky. Karakteristik tersebut terutama terlihat pada produk seperti puff pastry, croissant, dan danish pastry.
Dalam pembuatannya, beberapa jenis pastry menggunakan teknik khusus seperti laminasi, yaitu proses melapisi dan melipat adonan bersama lemak secara berulang untuk membentuk lapisan-lapisan tipis.
Baca Juga: 5 Metode Pembuatan Roti yang Bisa Dicoba, Ini Alat yang Dibutuhkan!
Jenis-Jenis Pastry
Ada berbagai jenis pastry yang digunakan dalam pembuatan kue dan makanan panggang. Beberapa di antaranya adalah:
1. Puff Pastry
Puff pastry merupakan pastry yang memiliki banyak lapisan tipis dan menghasilkan tekstur renyah setelah dipanggang. Lapisan tersebut terbentuk melalui proses laminasi antara adonan dan lemak.
Puff pastry dapat digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti pastry isi, pie, dan makanan panggang lainnya.
2. Croissant
Croissant merupakan produk pastry berbentuk khas dengan lapisan yang renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Pembuatannya menggunakan adonan berlapis dengan teknik laminasi serta proses fermentasi.
Croissant dapat dibuat dalam berbagai variasi, baik dengan isian maupun tanpa isian.
3. Danish Pastry
Danish pastry merupakan pastry berlapis yang dibuat menggunakan teknik laminasi dan fermentasi. Produk ini biasanya memiliki tekstur yang lembut pada bagian dalam dengan lapisan luar yang renyah.
Danish pastry sering disajikan dengan berbagai isian atau topping, seperti buah, custard, keju, dan cokelat.
4. Choux Pastry
Choux pastry merupakan jenis pastry yang memiliki bagian dalam berongga sehingga dapat diisi dengan krim atau berbagai jenis filling. Contoh produk yang menggunakan choux pastry adalah éclair dan kue sus.
Berbeda dari puff pastry dan croissant, choux pastry tidak dibuat melalui proses laminasi. Adonannya dibuat dengan memasak campuran cairan, lemak, dan tepung terlebih dahulu sebelum telur ditambahkan.
5. Shortcrust Pastry
Shortcrust pastry memiliki tekstur yang lebih padat dan rapuh dibandingkan pastry berlapis. Jenis pastry ini sering digunakan sebagai dasar untuk pie dan tart.
Karakteristiknya yang renyah dan mudah dibentuk membuat shortcrust pastry banyak digunakan dalam berbagai produk pastry dan dessert.
6. Filo Pastry
Filo pastry dibuat dari lembaran adonan yang sangat tipis dan biasanya disusun menjadi beberapa lapisan sebelum dipanggang. Hasil akhirnya memiliki tekstur yang sangat renyah.
Filo pastry banyak digunakan untuk berbagai makanan dengan isian manis maupun gurih.
Baca Juga: Andalan Bakery! Kenali Jenis-jenis Trend Roti yang Digemari Banyak Orang
Apa Itu Bakery?
Bakery merupakan istilah yang lebih luas untuk produk makanan yang dibuat dengan proses pemanggangan atau baking. Produk bakery dapat mencakup roti, cake, cookies, muffin, dan berbagai produk panggang lainnya.
Dalam industri makanan, bakery juga dapat merujuk pada usaha atau tempat yang memproduksi dan menjual berbagai produk roti dan makanan panggang.
Produk bakery memiliki karakteristik yang beragam. Ada yang memiliki tekstur lembut dan empuk seperti roti, ada yang padat seperti cake, dan ada pula yang renyah seperti cookies.
Jenis-Jenis Produk Bakery
Beberapa contoh produk bakery yang umum ditemukan antara lain:
1. Roti
Roti merupakan salah satu produk bakery yang paling banyak dikonsumsi. Roti dibuat dari adonan yang umumnya terdiri dari tepung, air, ragi, garam, gula, dan bahan tambahan lainnya.
Contohnya adalah roti tawar, roti manis, burger bun, baguette, dan berbagai jenis roti lainnya.
2. Cake
Cake merupakan produk bakery dengan tekstur yang umumnya lembut dan memiliki banyak variasi. Bahan yang digunakan dapat berupa tepung, telur, gula, lemak, serta bahan tambahan lainnya.
Cake dapat dibuat dengan berbagai rasa, bentuk, ukuran, dan dekorasi.
3. Cookies
Cookies merupakan produk bakery berukuran kecil dengan tekstur yang dapat renyah maupun lembut. Cookies biasanya dibuat menggunakan tepung, gula, lemak, dan bahan tambahan seperti cokelat, kacang, atau buah kering.
4. Muffin
Muffin merupakan produk bakery yang dibuat dalam ukuran individual. Produk ini dapat memiliki berbagai rasa dan isian, seperti cokelat, keju, blueberry, atau buah lainnya.
5. Donat
Donat juga termasuk produk bakery yang banyak ditemukan di toko roti dan berbagai usaha kuliner. Donat dapat dibuat dengan berbagai bentuk, topping, dan isian.
Perbedaan Pastry dan Bakery
Perbedaan pastry dan bakery dapat dilihat dari karakteristik produk, bahan, tekstur, dan teknik pembuatannya.
| Perbedaan | Pastry | Bakery |
|---|---|---|
| Pengertian | Produk atau adonan dengan karakteristik pastry tertentu | Istilah yang lebih luas untuk berbagai produk panggang |
| Tekstur | Dapat renyah, flaky, berlapis, atau rapuh | Dapat lembut, empuk, padat, atau renyah |
| Contoh | Puff pastry, croissant, danish, choux | Roti, cake, cookies, muffin, donat |
| Teknik | Beberapa jenis menggunakan laminasi | Dapat menggunakan pengadukan, pengulenan, fermentasi, dan pemanggangan |
| Bahan | Bergantung pada jenis pastry | Bergantung pada jenis produk bakery |
Hal penting yang perlu dipahami adalah pastry dan bakery bukan dua kelompok yang sepenuhnya terpisah. Dalam penggunaan yang lebih luas, pastry dapat menjadi salah satu bagian dari produk bakery.
Karena itu, istilah bakery memiliki cakupan yang lebih luas, sedangkan pastry biasanya digunakan untuk menyebut kelompok produk atau adonan dengan karakteristik tertentu.
Contoh Pastry dan Bakery
Agar lebih mudah membedakannya, berikut beberapa contoh produk yang umum ditemukan.
Contoh pastry:
- Puff pastry
- Croissant
- Danish pastry
- Choux pastry
- Éclair
- Shortcrust pastry
- Filo pastry
Contoh bakery:
- Roti tawar
- Roti manis
- Burger bun
- Cake
- Cookies
- Muffin
- Donat
Beberapa produk dapat memiliki hubungan atau klasifikasi yang berbeda tergantung konteks penggunaannya. Karena itu, pengelompokan pastry dan bakery tidak selalu sesederhana membedakan produk berdasarkan bentuknya saja.
Bagaimana Proses Pembuatan Pastry?
Proses pembuatan pastry berbeda-beda tergantung jenis produknya. Pada pastry berlapis seperti puff pastry, croissant, dan danish pastry, salah satu teknik penting adalah laminasi.
Secara umum, prosesnya dapat meliputi:
- Pencampuran bahan, yaitu menggabungkan bahan untuk membentuk adonan.
- Pengistirahatan adonan, terutama pada jenis pastry tertentu.
- Laminasi, yaitu proses melapisi adonan dengan lemak dan melipatnya untuk membentuk lapisan.
- Pembentukan, sesuai dengan jenis produk yang dibuat.
- Fermentasi, untuk jenis pastry yang menggunakan ragi seperti croissant dan danish pastry.
- Pemanggangan, hingga produk matang dan memiliki warna serta tekstur yang sesuai.
Bagaimana Proses Pembuatan Bakery?
Proses pembuatan produk bakery juga berbeda sesuai jenis produknya. Pada produk roti, misalnya, proses biasanya melibatkan pencampuran bahan, pengulenan, fermentasi, pembentukan, proofing, dan pemanggangan.
Sementara itu, produk seperti cake dan cookies memiliki proses yang berbeda karena tidak selalu menggunakan fermentasi ragi.
Penggunaan peralatan bakery yang tepat juga dapat membantu menjaga konsistensi hasil produksi, terutama ketika jumlah produk yang dibuat semakin besar.
Untuk kebutuhan produksi bakery, MASEMA menyediakan berbagai peralatan seperti oven, dough divider, dough sheeter, proofer, mixer, dan mesin bakery lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi.
Memilih Peralatan untuk Produksi Pastry dan Bakery
Pastry dan bakery memiliki hubungan yang erat dalam dunia kuliner, tetapi keduanya tidak selalu memiliki arti yang sama. Pastry umumnya memiliki karakteristik tertentu seperti tekstur renyah, flaky, berlapis, atau rapuh, sedangkan bakery mencakup kelompok produk panggang yang lebih luas.
Dengan memahami perbedaan pastry dan bakery, jenis-jenis pastry, serta contoh produk bakery, pemilihan bahan dan peralatan produksi dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Untuk kebutuhan produksi pastry dan bakery dalam skala usaha maupun industri, penggunaan mesin dan peralatan yang sesuai dapat membantu meningkatkan konsistensi serta efisiensi produksi. MASEMA menyediakan berbagai mesin bakery yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi Anda.








