Jika Anda ingin menjalankan bisnis permen cokelat tentunya membutuhkan mesin produksi dengan standar terbaik. Produk tersebut sebenarnya bisa didapatkan dengan mudah di MASEMA. Anda bisa menemukan 4 jenis mesin produksi permen cokelat dari MASEMA yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah jenis jenis mesin produksi tersebut!

Jenis Mesin Produksi Permen Cokelat dan Spesifikasinya

1. Center & Shell Chocolate Depositor

Untuk jenis mesin permen cokelat yang satu ini memiliki banyak model seperti diantaranya MSPR50 yang berkapasitas 60 – 75 kg/h dengan belt width 400 mm dan depositing nozzles 5 pcs. Jenis berikutnya Type MSPR120 berkapasitas 96 – 120 kh/h, belt width 600mm dan depositing nozzles 8 pcs.

Model ketiga ada MSPR200 berkapasitas 120 – 165 kg/h, depositing nozzles 13 ps dengan belt width 1000 mm.

Jika ingin mendapatkan depositing nozzle yang lebih tinggi maka bisa memilih model MSPR300. Produk ini mampu menahan kapasitas 156 – 195 kh/h dengan belt width 1000 mm.

Terakhir, Anda bisa mendapatkan model Center & Shell Chocolate Depositor terbesar berkapasitas 192 – 240 kg/h pada model MSPR400 yang dibekali belt width 1200 mm dan depositing nozzles 16 pcs.

2. Chocolate Ball & Peanut

Jenis mesin produksi permen cokelat berikutnya yang bisa dijadikan pilihan yaitu MSPR 450 yang merupakan mesin Chocolate Ball & Peanut. Sesuai dengan namanya, mesin produksi ini mampu membentuk permen bola cokelat dan kacang. Bisa dikatakan bahwa produk mesin ini mampu membuat bentuk permen yang sulit dibuat dengan cara manual.

Mesin ini memiliki kecepatan tinggi dan dilengkapi dengan kontrol otomatis sehingga bisa membantu proses produksi menjadi lebih efektif. Anda bisa mengemas permen kacang dengan mudah menggunakan bantuan mesin Chocolate Ball & Peanut ini. ukuran permen yang dihasilkan dengan menggunakan mesin ini yaitu berdiameter 10 – 32 mm.

3. Chocolate Beans Production Line

Apakah Anda masih mengingat permen warna warni berbentuk kacamata yang ada di zaman dahulu? Produk permen cokelat tersebut dibuat dengan menggunakan produk mesin Chocolate Beans Production Line ini. untuk jenis mesin yang dimiliki oleh MASEMA ini merupakan jenis project Numerical dengan kapasitas 150 – 300 kg/h.

4. Double Twisting

Ketika memilih menggunakan mesin pengolahan permen cokelat ini maka Anda bisa membuat cokelat yang dibungkus dengan rapi dengan Double Twisting. Dalam proses kerjanya, mesin ini mampu memproduksi 200 – 260 pcs/min.

Sedangkan untuk ukurannya sendiri yaitu memiliki tinggi 15 – 30 mm dan diameter 10 – 35 mm.  Jenis wrapping paper yang digunakan yaitu jenis P3T.

Teknik Produksi Permen Cokelat

1. Tempering Cokelat

Setelah mengetahui jenis mesin produksi permen cokelat diatas, selanjutnya perlu dipahami juga terkait teknik produksinya. Teknik pertama yang digunakan yaitu tempering cokelat.

Teknik tempering cokelat ini bisa diartikan sebagai tahap pengolahan couverture pada suhu tertentu. Dalam tahap ini, cokelat akan dipanaskan selama beberapa menit dan kemudian didinginkan hingga suhu tertentu.

Tujuan dari proses ini tentunya untuk bisa menstabilkan kandungan biji kakao sebelum digunakan. Dalam proses tempering ini lemak kakao yang terkandung dalam cokelat perlu mengalami kristalisasi yang stabil.

Untuk jenis kristal yang baik pada produk cokelat dikenal dengan istilah kristal beta. Ciri dari kristal beta ini yaitu strukturnya kecil dan teksturnya mengkilap.

2. Roll dan Moulding

Teknik roll dan moulding ini bisa dilakukan setelah melalui tahap tempering selesai. Tujuan dari proses yang satu ini yaitu untuk mendapatkan bentuk dan ukuran produk sesuai dengan keinginan.

Bentuk cetakan ini biasanya terbuat dari logam, polikarbonat atau plastik. Setelah proses pencetakan selesai maka akan diisi dengan cokelat bubuk dan diletakkan diatas meja untuk menghilangkan gelembung udara.

Sisa sisa gelembung udara tersebut biasanya didapatkan dari proses penuangan cokelat bubuk ke dalam cetakan. Adanya gelembung udara pada cokelat akan merusak tampilan cokelat dan bahkan jika kondisinya ekstrim maka akan bisa menyebabkan fluktuasi berat badan.

3. Nougat dan Hard Candy

Setelah melalui 2 teknik diatas maka selanjutnya cokelat akan memasuki tahap nougat dan hard candy. Cokelat akan didinginkan terlebih dahulu agar teksturnya menjadi lebih padat dan tidak mudah rusak atau pecah ketika dikemas. Proses pendinginan umumnya dilakukan selama 12 – 24 jam dengan suhu 15 – 21°C dengan kondisi cokelat yang masih dalam cetakan.

Jika sudah, permen cokelat bisa dikeluarkan dari cetakan dan disimpan dalam waktu yang diperlukan. Penyimpanan ini bisa dilakukan dengan menggunakan lemari es dengan suhu konstan. Jika teksturnya sudah mengeras sempurna maka produk cokelat sudah bisa dikemas. Proses ini sebenarnya akan lebih mudah dan cepat ketika menggunakan mesin produksi permen cokelat diatas.

Kesimpulan

Menjalankan bisnis produksi cokelat tentunya memerlukan mesin berkualitas seperti yang disebutkan diatas. Oleh karena itu, siapkan modal untuk bisa membeli mesin produksi dari MASEMA agar bisnis bisa berjalan dengan lancar.