Perkembangan usaha dan bisnis kian hari semakin cepat. Yang mana, membuka mata banyak potensi usaha yang lebih optimal dengan adanya mesin otomatis. Seperti pada dunia produksi roti, yang mana tidak pernah ada matinya. Salah satu mesin yang mungkin bisa jadi acuan adalah Proofer atau pengembang. Seperti apa Panduan Penggunaan Mesin Proofer?

Penggunaan mesin proofer yang tepat bisa menjadi solusi proses fermentasi yang tepat sasaran dan maksimal. Yakni mengembang sempurna dengan waktu yang lebih cepat pula. Hasil pengembangan yang tepat dan stabil akan memberikan roti dengan kualitas yang konsisten. Alhasil, bisa memberi proses kerja yang lebih optimal dan peningkatan produksi.

Pengenalan Mesin Proofer Roti

Pada dasarnya, mesin bakery yang satu ini dirancang untuk memaksimalkan proses proofing atau menjaga adonan tetap dalam kondisi hangat dan lembab. Biasanya, proses ini juga dikenal dengan pengembangan karena roti sedang dalam proses fermentasi. Secara tradisional, proofing biasanya dilakukan dengan menggunakan wadah dan tutup kain.

Nantinya roti akan diistirahatkan agar mengembang karena sel ragi di dalam adonan mengeluarkan karbon dioksida. Biasanya, proses ini memakan waktu 1 jam. Namun cara tradisional kerap memiliki hasil yang kurang sempurna. Alhasil roti jadi bantat atau kurang mengembang. Dari situ muncul Panduan Penggunaan Mesin Proofer sebagai solusi.

Cara kerjanya kurang lebih sama, tapi mesin ini mampu memberikan fungsi yang lebih baik dan meningkatkan proses fermentasi yang lebih stabil. Fungsi yang pertama adalah menjaga suhu dan kelembaban lebih stabil, sehingga fermentasi lebih baik. Kondisi ini memberi ruang bersuhu dan berkelembapan optimal untuk mencegah gagal kembang atau bantat.

Pengaturan suhu bisa dijaga di angka 35-43 derajat dengan kelembaban 80-85%. Karena itu, hasil roti akan mengembang sempurna atau merata. Termasuk dengan mencegah pengerutan di bagian samping. Dan fungsi paling utama adalah menghemat waktu sehingga bisa mempercepat produksi roti dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga: Proofer Roti: Peran Penting, Cara Kerja, dan Rekomendasinya

Bagian-Bagian Utama Mesin Proofer Roti

Cara kerja proofer roti yang lebih baik tidak lepas dari bagian utama yang saling melengkapi kebutuhan fermentasi. Beberapa bagian utamanya adalah bowl air, alas untuk adonan, jarum sensor suhu, loyang, pengatur kelembaban, banneton atau keranjang roti, dan couche atau kain proofing.

Cara Kerja Mesin Proofer Roti

1. Langkah – Langkah dalam Penggunaan Mesin Proofer Roti

Panduan Penggunaan Mesin Proofer diawali dengan memasukkan air ke bowl. Bowl ini ada di bagian bawah mesin, yang mana digunakan untuk memberi kelembaban ruang. Sesuai panduan dasar, Anda hanya perlu mengisi sekitar ¾ mangkok air saja. Kemudian letakkan pada tempat semula dan masukkan jarum sensor. Jika sudah, tutup pintu dan nyalakan mesin.

2. Pengaturan Suhu dan Kelembaban yang Optimal untuk Fermentasi Roti

Apakah adonan bisa langsung dimasukkan? Belum! Jangan masukkan adonan sebelum suhu dan kelembaban mencapai pengaturan. Di proses ini, Anda perlu menyalakan mesin, Switch Fan (kipas), kemudian atur suhu dan kelembaban. Caranya? Sudah ada kenop khusus untuk pengaturan suhu dan kelembaban. Tinggal sesuaikan saja.

Idealnya, Anda perlu mengarahkan jarum indikator suhu ke arah angkat 38-45ᵒ. Sedangkan untuk kelembaban adalah sekitar 75-85 (disesuaikan dengan jenis adonan). Biasanya modul pengaturan suhu dan kelembaban ini memiliki tombol atas atau bawah (digital) atau menggunakan knop putar sesuai dengan modelnya.

3. Durasi Fermentasi yang Sesuai untuk Berbagai Jenis Roti

Tunggu sampai indikasi suhu mencapai pengaturan, sebelum masukkan adonan. Durasinya bisa Anda sesuaikan dengan Panduan Penggunaan Mesin Proofer. Seperti contohnya donat, proofingnya dua kali dengan waktu 30 menit pertama dan 10-15 menit proofing kedua. Bisa juga mencapai 1 jam sesuai dengan ukuran adonan.

Biasanya, durasi yang dibutuhkan adalah sekitar 30, 60, dan 80 menit. Pertimbangan durasi ini juga bergantung pada suhu. Karena itulah, proofing manual bisa molor dari perkiraan karena suhu sekitar berpengaruh pada proses fermentasi. Sedangkan mesin proofer memberi ruang dengan suhu yang lebih stabil sehingga produksi pun lebih optimal.

Masalah Umum dan Solusi dalam Penggunaan Mesin Proofer Roti

Masalah umum dalam proses pembuatan roti biasanya ada di suhu ruang dan suhu udara yang tidak menentu. Hal ini berefek pada hasil proofing atau fermentasi akhir. Alhasil, roti kerap memiliki tekstur yang tidak sempurna karena pengembangan tidak merata. Hal ini membuat kualitas roti komersial akan berkurang.

Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cara kerja mesin proofer roti yang lebih mudah. Hanya perlu melakukan penyetelan suhu dan kelembaban, maka mesin pun akan menjaga kondisi roti sampai siap diproses lebih lanjut. Karena hasil yang lebih sempurna ini, maka produksi pun akan meningkat. Sehingga memberi keuntungan untuk produksi berskala besar.

Mengingat pasar bakery dan produksi roti masuk dalam aspek bisnis makanan. Maka pastikan kualitas rasa dan hasil pun memuaskan. Mesin pengembang ini bisa jadi solusinya. Dibantu dengan Panduan Penggunaan Mesin Proofer yang tepat, maka Anda bisa dapat untung yang berlimpah. Jangan ragu untuk membeli! Cek masema.id untuk opsi mesin terbaiknya!