Buat kamu yang suka membuat kue, pasti familiar dengan mesin planetary mixer atau mesin pengaduk adonan. Benar, mesin semacam ini bisa memudahkan dalam proses pembuatan adonan roti. Baik itu di skala produksi kecil hingga besar, planetary mixer bisa mempermudah proses pembuatan adonan roti.

Yuk, kita mengenal lebih dalam tentang planetary mixer ini. Material mesin ini biasanya terbuat dari stainless steel, sehingga kuat dan tahan lama. Cocok digunakan untuk produksi kue dalam jumlah besar atau yang membutuhkan waktu singkat. Selain itu, masih banyak fitur serta fungsi mesin pengaduk adonan roti ini. Yuk, lihat ulasannya di bawah!

Apa itu Mesin Planetary Mixer?

Anda yang suka membuat kue, maka planetary mixer mungkin menjadi salah satu wishlist menarik. Bagaimana tidak, jika mesin ini bisa mempermudah proses pembuatan adonan roti.

Selain itu, kemampuan mesin ini juga kerap digunakan dalam proses produksi roti. Dari usaha rumahan hingga menengah. Terlebih, ukuran planetary mixer juga beragam dan bisa disesuaikan kebutuhan.

Baca Juga: Kenali Jenis Mixer untuk Adonan Berat dan Rekomendasi Terbaik

Komponen Utama Mesin Planetary Mixer

1. Bowl Mixer

Komponen utama dari mesin planetary mixer tentu saja adalah wadahnya, atau disebut juga bowl. Wadah dimana adonan atau bahan roti nantinya akan ditaruh, kemudian dicampur menggunakan tuas pengaduk.

Untuk ukuran bowl ini beragam, ada yang berkapasitas 5, 10, 30, hingga 50 liter. Bahkan, ada yang lebih besar juga. Semakin besar bowl, semakin besar pula kapasitas adonan yang bisa ditampung.

2. Pengaduk (Agitator)

Karena fungsi utama dari planetary mixer adalah untuk mengaduk adonan, juga campuran lain untuk membuat roti, maka dibutuhkan tuas pengaduk. Jenis mixer ini biasanya dilengkapi dengan tiga jenis tuas pengaduk. Ada dough hook untuk adonan roti, flat beater untuk adonan cream, serta ballon whisk untuk adonan ringan seperti meringue.

3. Motor Penggerak

 Mesin mixer semacam ini sistemnya otomatis. Artinya, kita tinggal menyalakan motor penggeraknya, lalu mixer akan berputar mengaduk adonan secara otomatis. Sehingga, motor penggerak ini termasuk ke dalam komponen utama dari planetary mixer.

Apalagi, mixer jenis ini yang berputar adalah tuas pengaduk bukan bagian bowl. Sehingga motor penggerak harus selalu menyala saat digunakan.

4. Sistem Pengatur Kecepatan

Fitur menarik dari mesin planetary mixer yang bisa Anda coba adalah sistem pengatur kecepatannya. Seperti yang kita tahu, bahwa mixer ini bekerja secara otomatis didorong oleh motor penggerak untuk mencampur adonan di dalam bowl. Untuk setiap campuran atau adonan, pasti membutuhkan tenaga serta kecepatan pengadukan yang berbeda. Fitur pengatur kecepatan ini tentu sangat membantu.

Jenis-Jenis Mesin Planetary Mixer

1. Planetary Mixer B10

Planetary mixer pertama dari MASEMA adalah model B10. Model ini punya kapasitas adonan sebesar 10 liter dengan dimensi 450 x 366 x 606. Sementara untuk kecepatannya sendiri di angka 110/180/408 R/min, dengan tiga mode pengadukan. Anda bisa menggunakan moxer ini untuk mengaduk berbagai macam campuran.

Beli Disini: Planetary Mixer B10

2. Planetary Mixer B20

Planetary mixer kedua keluaran dari MASEMA adalah model B20. Model ini kapasitas dan dimensinya lebih besar daripada model B10. Kapasitasnya sebesar 20 liter dengan dimensi 520 x 420 x 760. Sejalan dengan itu, kekuatan dan kecepatan tuas pengaduknya juga lebih kuat, yaitu 105/180/408 R/min. Biasanya, mixer model ini untuk skala produksi roti yang lebih besar.

Beli Disini: Planetary Mixer B20

3. Planetary Mixer Belt

Planetary Mixer Belt punya kelebihan di bagian bowl yang bisa bergerak ke atas dan bawah, guna memudahkan proses pengadukan roti. Selain itu, kapasitas bowl mixer model ini juga lebih besar, bahkan bisa memproses adonan dengan bobot lebih dari 100 liter. Apalagi, variasi ukuran bowl yang bisa disesuaikan kebutuhan.

Beli Disini: Planetary Mixer Belt

Keuntungan Menggunakan Mesin Planetary Mixer

1. Efisiensi Waktu dan Tenaga

Keuntungan dari menggunakan mesin planetary mixer semacam ini tentu terasa di dalam aspek efisiensi waktu dan tenaga. Mengapa begitu? Karena Anda tidak perlu lagi susah payah mengaduk adonan roti secara manual, yang tentu membutuhkan tenaga dan waktu. Belum lagi jika adonan termasuk berat dan sulit diaduk, pasti akan tambah lama.

2. Kualitas Produk yang Konsisten

Kualitas adonan yang diproses dengan planetary mixer juga bisa lebih bagus daripada diproses secara manual. Karena takaran bahan bisa tepat dengan kecepatan pengadukan yang sama, maka kualitas adonan bisa konsisten. Hal ini tentu seperti menjaga kualitas produk olahan roti, dengan kualitas adonan yang konsisten bagusnya.

3. Kemampuan Mengolah Berbagai Jenis Adonan

Planetary mixer mungkin sekilas mirip dengan spiral mixer. Namun, planetary punya lebih banyak jenis tuas pengaduk. Yang artinya tidak hanya bisa untuk mengaduk adonan roti saja, namun juga campuran lain seperti whipped cream, meringue, mentega, dan lain sebagainya.

Perawatan dan Pemeliharaan Mesin Planetary Mixer

Mengenal mesin planetary mixer tidak akan lengkap jika tidak tahu cara merawat serta kendala yang sering terjadi. Dari banyak kasus, kebanyakan mesin mixer semacam ini bermasalah di motor penggerak dan tuas pengaduknya. Bisa saja kedua komponen tersebut macet yang membuat proses pengadukan adonan jadi terhambat. Untuk itu, Anda harus rajin membersihkan serta mengecek motor penggeraknya secara berkala.

Adanya planetary mixer tentu sangat membantu proses produksi aneka roti, apalagi jika dalam skala besar. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk investasi ke planetary mixer MASEMA ini. Proses pencampuran adonan roti akan sangat terbantu, efisiensi waktu dan tenaga pun bisa tercapai. Terlebih lagi, mesin mixer semacam ini bisa bertahan lama dengan performa yang bagus.