Biskuit dan cookies, dua camilan lezat yang sering digemari banyak orang. Sekilas, keduanya tampak serupa, namun sebenarnya memiliki sejarah dan perbedaan yang menarik untuk ditelusuri.
Artikel ini akan mengajak Anda menyelami dunia biskuit dan cookies, mulai dari sejarah kemunculannya, proses pembuatan yang berbeda, hingga ciri khas yang membedakan keduanya.
Mari kita bandingkan biskuit dan cookies, dan temukan perbedaan utama yang membuat keduanya unik dan istimewa di lidah para pecinta camilan.
Baca Juga: Macam-Macam Biskuit Favorit di Indonesia, Dari Sachet hingga Biskuit Kaleng
Definisi dan Asal Usul
Perbedaan cookies dan biskuit pertama bisa dilihat dari definisi dan asal usulnya.
Biskuit
Kata “biskuit” berasal dari bahasa Latin “bis cotus” yang berarti “dimasak dua kali”. Hal ini merujuk pada proses pembuatan biskuit yang khas, yaitu dipanggang dua kali agar menghasilkan tekstur yang kering dan renyah.
Dunia biskuit di Indonesia diramaikan dengan berbagai merek ternama, seperti Khong Guan, yang sudah menjadi ikon biskuit Lebaran dengan kaleng merahnya yang ikonik.
Biskuit dinikmati di berbagai belahan dunia dengan berbagai variasi rasa dan. Biskuit merupakan camilan favorit yang sering dinikmati bersama teh atau kopi. Biskuit juga sering dijadikan sebagai camilan saat bersantai atau bepergian.
Cookies
Cookie, kue kering manis dan renyah yang terbuat dari tepung dengan topping choco chips memiliki sejarah menarik. Dipercaya bahwa cookies pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pembuat kue asal Persia atau Iran pada abad ke-7 Masehi.
Seiring waktu, cookies berkembang menjadi cemilan populer di berbagai negara dengan berbagai variasi rasa dan bentuk. Beberapa contoh cookies terkenal dari berbagai negara antara lain Linzer Cookies, Alfajores, dan Madeleines.
Baca Juga: Choux Pastry: Sejarah, Cara Pembuatan, dan Variasi Jenisnya
Perbedaan Bahan-Bahan dan Proses Pembuatan
Untuk mengetahui bedanya cookies dan biskuit adalah dengan melihat proses pembuatannya. Biskuit membutuhkan bahan-bahan yang berbeda dengan cookies.
Biskuit
Biskuit terbuat dari adonan tepung terigu yang dicampur dengan berbagai bahan lain seperti gula, telur, mentega, dan perasa. Adonan tersebut kemudian dibentuk dan dipanggang hingga matang.
Metode pencampurannya bisa bervariasi, tergantung jenis biskuit yang diinginkan. Bahan dasar biskuit biasanya tepung terigu rendah protein, lemak (seperti butter), gula, telur, pengembang, dan garam.
Bahan-bahan cair dan gula dicampurkan dengan hati-hati untuk mencapai konsistensi yang tepat. Adonan dibentuk menjadi lembaran dan dicetak dengan pola biskuit yang diinginkan.
Kemudian, dicetak dengan ketebalan cetakan umumnya sekitar 8-10 mm dan diameternya sekitar 15 mm. Teakhir, dioven pada suhu 170°C selama 15-25 menit, atau sampai berwarna kecoklatan.
Cookies
Hal pertama dalam pembuatan cookies ala chef adalah dengan mencairkan butter dengan api kecil hingga agak kecoklatan. Kemudian, campurkan gula pasir dan brown sugar dalam satu wadah.
Di wadah lain, campurkan tepung terigu, vanilla bubuk, baking soda, dan garam. Aduk rata hingga semua bahan tercampur. Campurkan adonan basah dan adonan kering secara bertahap sambil diaduk hingga menjadi adonan padat.
Terakhir, panaskan oven terlebih dahulu dengan suhu 175° Celcius agar adonan yang telah dibentuk bola bola dapat matang sempurna dan memiliki bentuk sesuai keinginan.
Baca Juga: Pastry dan Bakery, Pahami Perbedaan Utama dan Keunikannya
Perbedaan Tekstur dan Rasa
Tekstur renyah dan gurih dari kedua kue ini dipengaruhi oleh jumlah derajat celcius oven yang digunakan. Namun, bahan juga menjadi faktor dari teksturnya.
Biskuit
Biskuit terkenal dengan teksturnya yang renyah saat dipatahkan dan potongan padat yang memanjakan lidah. Di balik kelezatan nya, tekstur biskuit memiliki beberapa faktor yang dapat dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan.
Contohnya, biskuit dengan kandungan lemak tinggi umumnya memiliki tekstur yang lebih renyah dibandingkan biskuit dengan kandungan lemak rendah. Selain itu, penggunaan bahan tambahan seperti coklat chip atau kismis juga dapat memberikan tekstur yang berbeda pada biskuit.
Cookies
Cookies menawarkan variasi tekstur yang menarik. Pertama, Cookies renyah merupakan pilihan klasik, menghadirkan sensasi patah yang memuaskan saat digigit. Tekstur ini umumnya dihasilkan dengan menggunakan tepung terigu rendah protein, gula putih, dan mentega padat.
Bagi pecinta tekstur yang lebih unik, cookies chewy menawarkan sensasi renyah di luar dan lembut di dalam. Kelembabannya didapatkan dengan penggunaan mentega cair, pengurangan tepung dan putih telur.
Cookies cakey, di sisi lain, menghadirkan tekstur yang lebih lembut dan empuk, mirip seperti kue. Bahan yang mengandung kelembaban tinggi, seperti brown sugar dengan kandungan molase, berperan dalam menciptakan tekstur ini.
Memulai Bisnis Cookies dan Biskuit yang Menguntungkan!
Membuat Cookies atau Biskuit membutuhkan keterampilan khusus dan mesin yang sesuai agar hasilnya maksimal. Kedua makanan ini juga populer di berbagai kalangan, jadi sangat cocok untuk ide bisnis rumahan atau industri.
Kami merekomendasikan Automatic Cookies Machine yang cocok untuk berbagai skala produksi cookies, baik itu untuk industri kecil, menengah dan besar. Untuk produksi biskuit sendiri, Biscuit Sandwiching Machine adalah pilihan yang tepat karena dibekali fitur yang dapat menciptakan biskuit dengan kualitas tinggi.
Apakah Anda berminat untuk menjalani usaha cookie dan biskuit? Cek perlengkapan yang Anda butuhkan di MASEMA untuk mesin produksi cookies dan biskuit yang berkualitas tinggi!









