Untuk kamu yang sedang ingin memulai usaha roti, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan agar bisnis bisa berjalan lancar dan berkembang. Mulai dari menghitung modal, menentukan produk, memilih peralatan, hingga mengatur proses produksi. Yuk, simak tipsnya berikut ini.

1. Tentukan Konsep dan Target Pasar

Langkah pertama sebelum membeli bahan atau peralatan adalah menentukan konsep usaha roti yang ingin dijalankan.

Apakah Anda ingin fokus pada roti rumahan, toko bakery, roti untuk reseller, produk frozen, atau produksi dalam jumlah besar?

Penentuan konsep akan berpengaruh pada banyak hal, seperti jenis roti yang diproduksi, harga jual, kapasitas produksi, peralatan yang dibutuhkan, kemasan, dan strategi pemasaran.

Selain itu, tentukan siapa target konsumennya. Misalnya, jika menyasar mahasiswa dan anak muda, produk roti dengan harga terjangkau dan varian kekinian bisa menjadi pilihan. Sementara itu, untuk segmen keluarga atau premium, Anda bisa menawarkan produk dengan bahan dan kemasan yang lebih eksklusif.

2. Mulai dengan Produk yang Punya Potensi Pasar

Kesalahan yang cukup sering dilakukan oleh pengusaha pemula adalah membuat terlalu banyak varian sejak awal. Padahal, semakin banyak produk yang dibuat, semakin banyak pula bahan baku, resep, peralatan, dan proses produksi yang harus dikelola.

Lebih baik mulai dengan beberapa produk unggulan terlebih dahulu. Misalnya roti manis, roti isi, donat, atau pastry. Lakukan uji coba dan lihat produk mana yang paling disukai konsumen. Setelah permintaan mulai stabil, varian produk bisa ditambah secara bertahap.

3. Hitung Modal Usaha Roti

Modal menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai bisnis roti. Jangan hanya menghitung biaya membeli bahan baku, tetapi pertimbangkan seluruh kebutuhan operasional.

Secara umum, modal usaha roti dapat dibagi menjadi modal peralatan, modal bahan baku, dan biaya operasional. Jangan lupa menyediakan dana cadangan untuk kebutuhan tidak terduga.

4. Pilih Peralatan Bakery Sesuai Kapasitas Produksi

Peralatan memiliki peran besar dalam menentukan efisiensi dan konsistensi produksi roti. Jika produksi masih sedikit, beberapa pekerjaan mungkin masih dapat dilakukan secara manual.

Tapi ketika jumlah pesanan meningkat, penggunaan mesin bakery dapat membantu menghemat waktu dan tenaga sekaligus menjaga hasil produksi tetap konsisten.

Beberapa peralatan utama yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Mixer Roti

Mixer membantu proses pencampuran dan pengulenan adonan. Untuk usaha dengan volume produksi yang lebih besar, mixer bakery dapat membantu menghasilkan adonan dengan lebih konsisten dibandingkan proses manual.

Saat memilih mixer, perhatikan kapasitas, jenis adonan, kekuatan motor, material mesin, serta kemudahan penggunaan dan perawatannya. MASEMA menyediakan berbagai jenis mixer yang bisa Anda gunakan.

  • Oven Bakery

Oven menjadi salah satu peralatan paling penting dalam bisnis roti karena proses pemanggangan sangat menentukan hasil akhir produk.

Jenis oven yang digunakan dapat disesuaikan dengan kapasitas dan jenis produk. MASEMA menyediakan berbagai pilihan oven bakery, mulai dari oven listrik, oven gas, convection oven, hingga rotary dan tunnel oven untuk kebutuhan produksi yang lebih besar.

  • Proofer

Proofer digunakan untuk membantu proses pengembangan adonan dengan kondisi suhu dan kelembapan yang lebih terkontrol.

Dengan proses proofing yang lebih stabil, ukuran dan tekstur roti dapat lebih konsisten. MASEMA menyediakan dough proofer dengan pilihan kapasitas, termasuk model 16 dan 32 tray.

  • Dough Divider dan Moulder

Jika jumlah produksi sudah semakin banyak, bisa menggunakan dough divider untuk membantu membagi adonan menjadi ukuran yang lebih seragam. Peralatan seperti ini dapat menjadi pertimbangan ketika bisnis mulai membutuhkan kapasitas produksi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Apa Itu Dough Divider? Fungsi dan Manfaatnya untuk Produksi Roti

5. Prioritaskan Konsistensi Rasa dan Kualitas

Pelanggan yang membeli roti untuk kedua atau ketiga kalinya tentu mengharapkan rasa dan kualitas yang sama seperti pembelian sebelumnya.

Karena itu, buat standar resep dan proses produksi yang jelas. Gunakan takaran bahan yang konsisten dan catat setiap resep dengan detail. Misalnya, berapa gram tepung, berapa lama adonan di-mixer, berapa lama proses proofing, serta berapa suhu dan waktu pemanggangan.

6. Buat Alur Produksi

Produksi roti sebaiknya memiliki alur kerja yang jelas. Mulai dari penimbangan bahan, pembuatan adonan, pembagian, pembentukan, proofing, pemanggangan, pendinginan, hingga pengemasan.

Alur yang teratur dapat membantu mengurangi waktu tunggu dan mencegah pekerjaan saling bertabrakan.

Misalnya, saat satu batch roti sedang dipanggang, tim dapat mempersiapkan adonan untuk batch berikutnya. Dengan pengaturan seperti ini, waktu dan kapasitas peralatan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

7. Tentukan Harga Jual

Jangan menentukan harga hanya berdasarkan harga kompetitor. Hitung terlebih dahulu biaya produksi setiap produk. Masukkan biaya bahan baku, kemasan, listrik atau gas, tenaga kerja, serta biaya operasional lainnya.

Setelah mengetahui biaya produksi, Anda bisa menentukan margin keuntungan yang sesuai. Contohnya, jika biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk adalah Rp5.000, jangan langsung menentukan harga jual Rp6.000 hanya karena terlihat menguntungkan. Pastikan harga tersebut masih mampu menutup biaya operasional lain dan memberikan margin yang sehat.

8. Manfaatkan Media Sosial untuk Membangun Brand

Usaha roti sangat cocok dipasarkan melalui media sosial karena produk bakery memiliki tampilan yang menarik secara visual.

Anda bisa memanfaatkan Instagram, Facebook, WhatsApp, maupun marketplace untuk memperkenalkan produk.

9. Tingkatkan Kapasitas Produksi Secara Bertahap

Ketika pesanan mulai meningkat, jangan terburu-buru membeli semua mesin berkapasitas besar.

Lihat terlebih dahulu bagian produksi mana yang menjadi bottleneck. Misalnya, jika masalah utama ada pada pengadukan adonan, investasi pertama bisa diarahkan ke mixer dengan kapasitas yang lebih sesuai. Jika proses pemanggangan menjadi hambatan, pertimbangkan peningkatan kapasitas oven. Dengan cara ini, investasi mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Baca Juga: Cara Memilih Oven Roti untuk Bakery: Kenali Jenis, Fungsi, dan Tips Sebelum Membeli

MASEMA, Partner Peralatan untuk Usaha Bakery

Setelah memahami kebutuhan modal, produksi, hingga pemasaran, langkah berikutnya adalah memilih peralatan yang tepat. MASEMA hadir menyediakan berbagai mesin bakery untuk membantu usaha Anda bekerja lebih cepat dan konsisten.

Mulai dari mixer, oven, proofer, hingga mesin untuk proses produksi roti, MASEMA memiliki pilihan peralatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha Anda.

Siap mengembangkan usaha bakery Anda? Temukan mesin yang sesuai dan konsultasikan kebutuhan produksi Anda bersama MASEMA secara gratis.